Temukan Ular Kobra Berwarna Hitam Di Belakang Kulkas! Pemilik rumah Panik Karena Ularnya Hendak Mematuk Saat Didekati. Pemilik Rumah Taburi Garam Dan Anehnya Ini Yang Terjadi!



Namun, melihat ular yang dihadapi berbahaya, Wiwin mengurungkan niatnya.
"Setelah panik, ini ular harus diusir. Dicari pawang ular, tetapi enggak ada. Bingung cari yang bisa nangkap," ujar Rahmat.
Wiwin mengaku bingung. Ia berinisiatif menaburi garam di sekitar kulkas untuk mencegah ular berpindah tempat.
"Saya taburi garam, sampai habis garam di dapur. Eh, ternyata enggak berpengaruh juga," ucap Wiwin.

Sambil memantau ular agar tak bergerak, Rahmat akhirnya meminta pertolongan petugas Animal Rescue dari Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (DPPK) Kota Bandung. Kurang dari 10 menit, petugas sampai di lokasi.

"Petugas cepat banget datangnya. Mereka langsung sigap nyiapin alat. Pas ditarik, ularnya hitam mengilat panjangnya 1,5 meter. Diambil bisanya, lalu dimasukkan kantong," kata Rahmat.
Rahmat mengaku tak mengetahui dari mana dan kapan ular itu masuk. Ia pun heran, ular kobra sebesar itu bisa masuk rumahnya yang berada di tengah kota.

Sejak tinggal tahun 1990-an, kejadian itu baru pertama kali ia alami.
Pensiuan TNI itu pun bersyukur ular tersebut tak melukai keluarganya.
"Saya sangat bersyukur karena sejak siang, kan, anak-anak saya main di rumah. Kejadian ini membuat saya dan keluarga lebih waspada lagi," jelasnya.
Sementara itu, Kepala DPPK Kota Bandung Ferdi Ligaswara menuturkan, dua peleton petugas diterjunkan ke lokasi.
Berbekal alat penangkap ular, petugas berhasil menangkap ular itu pada pukul 22.00. Ferdi mengatakan, ular yang ditemukan berjenis kobra jawa (Naja sputatrix) dengan panjang 1,5 meter berdiameter 15 sentimeter.

"Ular tersebut diketahui pemilik rumah diduga dari selokan belakang rumahnya dan terlihat masuk ke kamar lalu mengeluarkan suara dan posisi berdiri. Kami tangkap dengan mempergunakan alat bantu snake hook stick, snake tong stick, dan kantong evakuasi," katanya.
Pernah alami kejadian serupa ga gengs?
sumber: tribun
Back To Top